Tarhib Ramadhan 1446 H
Kamis, 27 Februari 2025 Siswa-Siswi SD Islam Unggulan Al Madinah menyambut datangnya bulan yang sangat dinantikan umat muslim diseluruh penjuru dunia, yaitu bulan suci ramadan, ratusan siswa dari SD Islam Unggulan Al Madinah menggelar kegiatan Tarhib Ramadan.
Tarhib ini di awali dengan doa pagi dan sholat dhuha, setelah itu pawai dan ziarah bersama bersama ini bertujuan menyiarkan dan menggaungkan datangnya bulan suci Ramadhan kepada masyarakat, agar mulai mempersiapkan diri menjalankan perintah puasa Ramadhan dan melatih para siswa untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka terhadap Allah Ta’ala. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala: “Hai Orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
Seluruh siswa dan siswi dari sekolah ini mengenakan busana muslim bernuansa putih. Mereka juga membawa gagar mayang untuk memeriahkan pawai untuk menyambut datangnya bulan ramadan. Rute pawai dimulai dari Lapangan SD Islam Unggulan Al Madinah dan mengambil garis finish di Makam Mbah Badi Thosari. Selain hal tersebut, mereka juga ziarah dan berdoa bersama
Lalu lalang masyarakat yang melihat luar biasa, melihat rombongan anak-anak yang didampingi guru dan karyawan ini melintas didepan mereka.
Senandung bernuansa ramadan turut mengiringi kegiatan Pawai Tarhib Ramadan, suasana ceria para siswa melebur menjadi satu, menyuarakan pesan menyambut bulan suci ramadan.
Setelah pawai dan ziarah anak-anak makan bersama, Nuansa-nuansa keislaman sangat kental dirasakan oleh masyarakat sekitar rute Pawai Tarhib Ramadan ini.
Koordinator kegiatan, Dhika Ardheani S.Pd. menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini sebagai wujud latihan memunculkan tanda-tanda keimanan seorang muslim pada diri siswa, yang dahulu telah dikisahkan oleh para sahabat Nabi, dimana para sahabat Nabi tersebut selalu bergembira dengan datangnya bulan ramadan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nantikan, maka perlu mempersiapkan segalanya dengan senang hati. Hendaknya seorang muslim khawatir akan dirinya jika tidak ada perasaan gembira akan datangnya bulan ramadan. Khawatir jika mereka merasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Bagaimana mungkin kita yang hanya manusia biasa ini merasa biasa-biasa saja menantikan ramadan? Sementara para sahabat Nabi yang sudah tentu masuk surga saja, mereka selalu berdoa dan menangis setiap malam, karena mereka khawatir tidak bisa bertemu dan menangisi pula jika ramadan akan berakhir. Sahabat Nabi tersebut galau, jika bulan ramadan akan segera selesai, pun kita ajarkan kepada para siswa untuk menggalaukan sesuatu yang sekiranya perlu untuk digalaukan melalui kegiatan ini, agar kita semua teringat dan selalu menyesuaikan diri dengan ajaran Nabi Muhammad.
0 Komentar